Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata

Benteng Di Cilacap

Benteng pendem disebut Kussbatterijj op de Lantong te Tjilatjap, atau Benteng pantai di tanjung Cilacap. Diawali oleh karena sejarah kekalahan belanda oleh Inggris di pesisir utara jawa pada tahun 1811, yang saat itu merupakan jalur utama pintu masuk armada perang atau perdagangan Hindia belanda.

Gubernur jenderal belanda JJ Rochussen saat itu mengembangkan pesisir selatan untuk menjadi pelabuhan selain menjadi :pintu belakang” untuk jalan keluar apabila pesisir utara jawa dilakukan blockade. Pada tahun 1886 dibentuklah Departement of Public Work, ini adalah komitmen Belanda untuk membangun dan mempertahankan pelabuhan Cilacap sebagai pintu belakang.

Diawali pada massa tanam paksa setelah masa perang Diponegoro, yaitu masa pemerintahan Gubernur Jenderal Van den Boch yang memerintahkan pembuatan Benteng untuk pertahanan, bukan hanya wilayah pesisir tetapi juga di wilayah pedalaman.

Di Cilacap benteng yang pertama kali dibangun adalah benteng Karang Bolong, pada peta bertahun 1944 terdapat nama Benteng Karang Bolong yang terletak diujung pulau Nusakambangan. Benteng ini secara bertahap dibangun pada awal tahun 1940. Benteng ini merupakan sartu satunya yang memiliki Napoleon Tower yang ada di Indonesia. Benteng ini luasnya sekitar 12 hektar, anmun belum dapat dipetakan. Benteng ini memiliki karakter bangunan benteng Perancis, dan memiliki Napoleon Tower karena pada masa tersebut Belanda merupakan jajahan Perancis.

Benteng yang kedua merupakan benteng Klingker. Benteng ini memiliki nama Asli Fort banjoejapa, dengan  jenis Benteng Martello yaitu Benteng yang dibangun oleh di pesisir pantai oleh armada inggris. Kedua Benteng ini merupakan tipe pengawas pantai, namun pada kenyataannya benteng ini kalah oleh nyamuk malaria. Para tentara yang berada di benteng ini satu persatu mati karena malaria.

Benteng yang ketiga dibangun adalah Benteng pendem. Dibangun awal tahun 1861 dan merupakan benteng terkuat di hindia Belanda saat itu.benteng pendem lahir karena teknologi Explosive shell, yaitu peluru yang meledak apabila menghantam tembok bata, sebagai respon dari teknologi tersebut maka benteng pendem ini kemudian diurug menggunakan pasir untuk meredam Explosive shell tersebut. Teknologi lain yang diterapakan untuk memperkuat adalah dengan adanya barak tentara, dan bangunan miring bukan tegak lurus. Selain itu tentara KNIL diperlengkapi senjata Belgia jenis Eduard de Beaumount 1971.

Benteng ini ditinggalkan pada tahun 1888 karena wabah malaria. Kemudian digunakan lagi pada perang dunia kedua saat jepang menduduki tahun 1942. Jepang menambahkan teknologi berupa artileri yang diperbesar kaliber MM nya dan mengenalkan teknologi besi bertulang. pada saat Tanujung Priok dibom

Benteng benteng ini kemudian dihancurkan pada saat agresi militer oleh 2 kapal Perang Belanda, yaitu piet Hien dan Tjerk Hides. Kapal Perang tjerk Hides kemudian dibeli Indonesia dan diberi nama KRI Gadjah Mada. Selain itu juga dibombardir oleh pesawat Mitsubishi G3 milik Jepang. Sekali lagi teknologi jepang lebih maju daripada yang dimiliki benteng ini.

 

 

oleh: Bambang Ariyo

*Disadur dari berbagai sumber