Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata

Sedekah Kupat ke-492 Desa Hanum, Dayeuhluhur, Majenang.

Hari Rabu Wekasan tahun ini jatuh pada 14 Oktober 2020. Acara dilaksanakan di batas desa atau dusun dengan media utama makanan ketupat. Untuk lokasi acara karena luas dan tersebar diberbagai tempat, mulai dari batas di tengah perkampungan, tepi sungai atau tengah hutan yang berjumlah sekitar 70 lokasi titik batas, Maka acara kegiatan tahun ini Pemerintah Kabupaten Cilacap yang diwakili Kepala Dinas Pemuda, Olahraga & Pariwisata Kabupaten Cilacap memusatkan kegiatan di batas-batas Desa Hanum, Datar, Matenggeng Kecamatan Dayeuhluhur.

 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap, Drs. Heroe Harjanto, MM. mengatakan bahwa tahun depan bisa dilaksanakan Festival Sidekah Kupat yang dikonsep oleh Kecamatan supaya bisa disaksikan semua orang dengan ditambah drama sejarah sedekah kupat atau tarian-tarian gotong royong yang insyalloh melalui Bapak Camat bisa diajukan kepada Bupati Cilacap. Sementara Pihak Dinas P & K yang diwakili Kabid Kebudayaan mengatakan bahwa Sidekah Kupat sedang dalam proses Pengajuan Cagar Budaya Non Benda tingkat Nasional asal Kabupaten Cilacap, supaya bisa dikenali luas tingkat Nasional di Kabupaten Cilacap ada acara budaya yang Adiluhung yang syarat sejarah dan nilai gotong royong.

 

Ceceng Rusmana  sebagai Ketua Lembaga Adat  Desa Hanum menjalaskan bahwa secara tradisi acara ini adalah warisan leluhur yang dilaksanakan tahun ke 492 karena berasal dari kisah peperangan Prabu Siliwangi ( Raja Surawisesa ) tahun 1528, walau ada kisah tutur yang mengatakan Sidekah Kupat sudah ada sebelumnya lagi yaitu era Siliwangi Sri Badungga Maharaja membantu Kerajaan Dayaluhur menahan Serangan Demak.

 

Kepala Desa Hanum Ruswdianto, di era sekarang acara ini bermanfaat untuk membangun semangat kegotongroyongan rakyat dalam membangun jalan desa, karena sebelum acara Sidekah Kupat, sebelumnya ada proses memberesihkan jalan atau Membangun jalan, seolah-olah akan dilewati raja dan pasukan tentara, kemudian Masyarakat memberikan bekal kepada pasukan atau pengiring raja. Di desa Hanum sendiri hari itu dilaksanakan di 7 titik batas desa dan 2 diantaranya disaksikan langsung oleh beliau dan tim kabupaten